Manusia dan Peradaban dalam Kehidupan Sosial Budaya



Sistem Sosial Budaya Indonesia (Jacobus Ranjabar):
Manusia dan Peradaban dalam Kehidupan Sosial Budaya



Nama            : Heri Saputro
NIM              : 141910025
Jurusan         : Ilmu Komunikasi 
                      Universitas Bina Darma
Mata Kuliah   : Sistem Sosial Budaya Indonesia
Dosen           : Sumarni Bayu Anita S.sos, M.A 

 
Judul/Title: Sistem Sosial Budaya Indonesia
Penulis/Author:  Jacobus Ranjabar SH, MSi. 
Penerbit/Publisher: Ghalia Indonesia 
Edisi/Edition: 2006 
Halaman/Pages: 251 
Sampul/Cover: Paperback 
Bahasa/Language: Indonesia


Setelah saya membaca buku, Sistem Sosial Budaya Indonesia, khususnya pada BAB I pendahuluan, Manusia dan Peradaban dalam Kehidupan Sosial Budaya, h.10-14, yang ditulis oleh Jacobus Ranjabar, dapat saya simpulkan bahwa manusia merupakan makhluk yang beradab sehingga mampu menghasilkan peradaban.
Dalam bukunya, Sistem Sosial Budaya Indonesia, yang membahas tentang Manusia dan Peradaban dalam Kehidupan Sosial Budaya, Jacobus Ranjabar membagi dua cabang, yaitu: 
  1. Hakikat Peradaban dan Pengertian
  2. Sekilas Jejak Peradaban di Indonesia

 *** 

1. Hakikat Peradaban dan Pengertian 

Disini, Jacobus Ranjabar menjelaskan bahwa, peradaban sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian terhadap perkembangan kebudayaan. Pada waktu perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya berwujud unsur-unsur budaya yang bersifat halus, indah, tinggi, sopan, dan sebagainya, maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut dikatakan memiliki peradaban yang tinggi.

Maksudnya disini adalah, peradaban menjadi acuan penting dalam menilai perkembangan suatu kebudayaan di dalam masyarakat. Masyarakat yang memiliki kebudayaan baik, sopan, luhur, dan sejenisnya, dianggap telah memiliki peradaban yang tinggi atau lebih baik. Peradaban juga sering digunakan untuk hasil kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, dan pergaulan.


Jacobus Ranjabar juga menjelaskan bahwa, pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang beradab. Namun, dalam perkembangannya manusia bisa jatuh dalam perilaku kebiadaban karena tidak mampu menyeimbangkan dan mengendalikan cipta, rasa, dan karsa yang dimilikinya.

Maksudnya disini adalah, manusia dianugerahi harkat, martabat, serta potensi kemanusiaan yang tinggi, oleh karena itu manusia disebut sebagai makhluk yang beradab dan memiliki derajat yang lebih tinggi daripada makhuk-makhluk lainnya. Akan tetapi, derajat manusia bisa menjadi sangat rendah dibandingkan dengan binatang jika ia tidak bisa mengendalikan nafsu yang dimilikinya. 

*** 

2. Sekilas Jejak Peradaban di Indonesia 

Disini, Jacobus Ranjabar menjelaskan bahwa, peradaban bangsa indonesia dimulai sejak masa kemahiran teknik atau zaman perundagian. “Undagi” adalah sebutan bagi orang yang ahli membuat peralatan logam, sedangkan “perundagian” adalah tempat pembuatannya.

Peradaban bangsa indonesia sudah dimulai sejak zaman perundagian, meskipun pada waktu itu masih belum mengenal tulisan (prasejarah). Tapi, masyarakat saat itu sudah mengenal teknologi terbatas untuk berburu, bercocok tanam, dan bertahan hidup. Hal itu juga diperkuat dengan adanya temuan berupa: kapak corong, nekara, bejana perunggu, dll, di berbagai daerah di indonesia.


Dalam bukunya, Jacobus Ranjabar juga menjelaskan bahwa, peradaban bangsa indonesia semakin maju dan berkembang setelah datangnya pengaruh Hindu dan Budha di indonesia. Pengaruh tulisan dari budaya Hindu dan Budha membawa dampak besar bagi peradaban Indonesia.

Disini dijelaskan bahwa, peradaban bangsa Indonesia berkembang pesat semenjak masuknya budaya Hindu dan Budha ke Indonesia. Budaya Hindu dan Budha telah membawa bangsa Indonesia ke masa sejarah (sudah mengenal bahasa tulis), hal ini juga diperkuat dengan adanya temuan prasasti yang ditemukan sejak 400 Masehi, prasasti ini menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta.

Dari uraian-uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa peradaban itu merujuk kepada tahap kebudayaan yang telah ada kemajuan tertentu yang dicirikan oeh tingkat ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian.


Jacobus Ranjabar juga menambahkan, peradaban pada dasarnya merupakan keinginan yang tulus dari manusia sebagai makhluk yang beradab. Namun, sebagaimana halnya dengan individu, masyarakat dalam suatu kurun waktu tertentu bisa saling bertengkar, bertikai, bahkan saling membunuh antar kelompok masyarakat. Bukti bahwa peperangan sampai saat ini masih terjadi, menunjukan bahwa cita-cita peradaban harus senantiasa diperjuangkan, dipertahankan, dan dipelihara sebaik-baiknya. 

*** 

Dan dari apa yang telah saya baca di buku Sistem Sosial Budaya Indonesia, khususnya, Manusia dan Peradaban dalam Kehidupan Sosial Budaya, dapat saya simpulkan, sebagai berikut: 

Manusia seutuhnya adalah sebuah matriks yang mempunyai akal, jasmani dan rohani. Manusia dalam kehidupannya mempunyai tiga fungsi, yaitu : Sebagai makhluk tuhan, Sebagai makhluk individu dan Sebagai makhluk sosial budaya Peradaban merupakan bagian dan unsur kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti misalnya kesenian,  ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai system teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks. Masyarakat yang beradab dapat di definisikan sebagai masyarakat yang mempunyai sopan santun dan kebaikan budi pekerti.

0 komentar:

Post a Comment

Please leave a comment ..

My Instagram